Studi Tentang Industri dan Pemasaran PULP & KERTAS Beserta Bisnisnya di Indonesia

Informasi ini bisa didapatkan di http://www.cisiraya.com, atau email: marketing@cisiraya.com, phone 021-3145660



Dalam satu kesempatan di tahun 2008, Ketua Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, HM Mansur mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan pembangunan satu pabrik kertas baru setiap tahunnya menyusul pertumbuhan konsumsi kertas satu kilogram per kapita per tahun.

Konsumsi kertas di Indonesia terus meningkat satu kilogram (kg) per kapita per tahun atau sekitar 220 ribu ton. Sekarang ini konsumsi kertas di dalam negeri sudah cukup tinggi terutama untuk keperluan media cetak, buku tulis, pengemasan, tissue, dan lain-lain.

Di satu sisi banyak pihak yang menyayangkan lambatnya realisasi program Hutan Tanaman Industri (HTI), sehingga untuk memenuhi kebutuhan industri pulp terpaksa harus terus menerus menebang hutan alam. Seperti diketahui, program HTI dikembangkan untuk menjadi penyimbang kebutuhan bahan baku industri perkayuan, termasuk pulp.

Penggunaan kayu alam yang berlebihan sempat mengakibatkan 2 produsen pulp terbesar saat ini yaitu PT. Indah Kiat Pulp Paper (PT.IKPP) dan PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) yang menguasai 62% kapasitas nasional di daulat untuk menghentikan operasinya, pada bulan Februari 2007. Akibatnya sudah bisa ditebak, negara kehilangan devisa yang cukup besar selama kedua perusahaan tersebut tidak beroperasi. Selain itu, dengan berhentinya pabrik pulp dikhawatirkan akan mengganggu kelangsungan pasokan bahan baku industri kertas di dalam negeri.

Secara konglomerasi industri Pulp dan Kertas merupakan industri yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian negara, di lain pihak faktor bahan baku di sektor hulu hingga tahun 2014 diperkirakan masih akan tetap menghadapi masalah.

Tertarik dengan kontroversi di seputar industri pulp dan kertas, belum lama ini CISI Raya melakukan kajian yang lebih mendalam terhadap industri tersebut meliputi aspek industrinya, aspek pasar, pengadaan, pemain kunci, persaingan, permasalahan yang dihadapi dan sebagainya, serta prospek bisnis untuk rentang waktu 7 tahun ke depan. Dari hasil studi diketahui bahwa beberapa jenis kertas masih memberikan ruang cukup menarik bagi dilakukannya investasi, setidaknya bisa menjadi prioritas bisnis yang cukup menjanjikan.